Salam sejahtera semoga kita semua selalu dalam perlindungannya...
Kali ini saya akan membicarakan tentang kejujuran. Jujur? Apa sih jujur itu? Jujur adalah sesuatu hal yang keluar dari hati nurani kita tanpa adanya rekayasa benar-benar fakta menurut kita tanpa mengambil opini orang lain. Saya yakin semua orang pasti jujur, apalagi jujur terhadap diri sendiri. Terkadang jujur itu memang menyakitkan, sebenarnya kita boleh tidak jujur untuk orang lain, kita harus pandai2 menempatkan kapan waktunya kita berbohong asalkan itu untuk kebaikan orang lain. Tapi apakah kita sudah menempatkannya? Kita ambil contoh dari pendidikan. Ketika ujian berlangsung semua siswa sibuk dengan bagaimana cara untuk mendapatkan nilai yang maksimal. Saya yakin saya percaya kita semua jujur dalam mengerjakan soal.tapi kali ini kejujuran yang membawa saya harus mengatakan opini ini.terkadang siswa menyontek! Kenapa siswa menyontek? Alasan kenapa siswa menyontek karena nilai dan prestasi lebih di hargai masyarakat ketimbang kejujuran, tapi bukankah kejujuran lebih di hargai allah?
Saya berbicara seperti ini bukan berarti saya benar2 jujur dan suci dari kebohongan bukan berarti saya tidak pernah menyontek. Saya pernah menyontek saat itu saya duduk di bangku sekolah dasar kelas 6 SD saya ingat betul ketika itu ada ulangan b.inggris jujur dulu saya malas belajar, malam sebelum ulangan saya membuat contekan, contekan itu saya buat seperti undian arisan yang terlipat kecil kemudian saya masukan ke dalam korek api bakar. Saat ulangan berlangsung ketika saya sibuk menyontek guru tidak mengetahuinya tapi teman-teman saya tau. Teman-teman saya menjauhi bahkan tidak ingin berteman dengan saya dari situ saya berfikir kenapa saya tidak belajar? Kenapa saya malah mempersiapkan -contekan? Kenapa saya tidak percaya pada diri saya sendiri? Mulai saat itu saya tidak pernah menyontek. Saya selalu mengerjakan sesuai dengan kemampuan saya. Setelah sekolah menengah pertama teman2 saya sering menyontek mereka selalu mendapat prestasi, tapi apa yang saya dapat? Nilai saya hanya pas-pasan. Tapi saya yakin allah itu adil,semua akan terlihat pada waktunya.. alhamdulilah saya mendapat peringkat pertama ujian sekolah saya tidak percaya sebelumnya tidak pernah mendapat peringkat satupun. Sampai sekarang saya yakin kejujuran akan membawa kita menuju kemenangan.
Begini, apa sih sebenarnya ujian? Ujian adalah test mengetahui sampai mana kita memahami pelajaran bukan untuk mencari nilai. Ingat nilai itu bisa dibeli tapi ilmu dan pengalaman tidak. Kenapa kita tidak mencoba jujur setidaknya jika tidak bisa jujur pada orang lain cobalah jujur pada diri sendiri. Kerjakan semampu kita sampai mana kita memahami, nilai 50 jauh lebih berharga karena jerih payah sendiri dari pada nilai 100 tapi hasil dari fikiran orang lain. Percayalah kita bisa! Pada dasarnya tidak ada orang hebat di dunia ini tetapi hanya ada orang2 yang di mampukan allah! Jerih payah dan usaha akan selalu ada balasannya, allah tidak akan membiarkan umatnya berjalan tanpa arah. Jika kita tidak mampu mendekatkan diri,tidak mampu beriman sepenuhnya bahkan ketika sholat terasa hampa,doa dan dzikir tingggal gerakan lidah tanpa makna, mendengar ayat2 sucinya juga tidak menambah iman kita, allah akan berbicara lewat al-quran.
Kita harus yakin kita punya potensi di setiap kita malas belajar kita harus ingat anak2 kita berhak lahir dari rahim seseorang yang terpelajar sedangkan bagi laki-laki ingat kita akan menjadi guru nyata bagi penerus kita, bagaimana kelak anak2 kita akan belajar tanpa adanya guru yang handal. Ingat satu tujuan kita semua hidup di dunia ini hanya untuk mencari ridha-nya...
ALLAH SWT
ORANG TUA GURU
YOUR SELF
Kita bisa lihat rantai penghubung di atas. Coba kita jujur diri sendiri dengan begitu kita tidak mengecewakan orang tua dan guru dengan hasil nilai usaha sendiri bukankah ridha seorang anak ada pada ridha orang tua?dan bukankah ridha murid ada pada ridha guru? Dan kita juga akan mendapat ridha allah swt. Kesimpulannya teori kejujuran cukup satu “ridha” Dengan semua ridha di atas yakin hidup kita akan berhasil. Mulailah dari diri sendiri, yang sudah biarlah berlalu, tatap masa depan jadikanlah masa lalu sebagai pelajaran.
Bintang tak akan bersinar tanpa kegelapan
Biarlah kita berlelah lelah di dunia karena tempat peristirahatan yang haqiqi bagi orang mukmin ialah syurga.
Jumat, 11 Desember 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JAHATNYA NGEMIL, BISA BIKIN OBESITAS
Sahabat, Obesitas merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas ini terjadi karena a...
-
Anak – anak yang baru mulai pendidikan ditaman kanak-kanak dilarang diajarkan baca tulis dan berhitung. Sebab, hal ters...
-
sudah ramai sejak negara api menyerang isu-isu untuk dukung 01atau 02 sudah berkecamuk hingga yang golput pun ikut menjadi sasar...
-
Sampah memang selalu menjadi masalah sejak dulu, namun kini sampah menjadi masalah serius bagi negara. Pasalnya Indonesia tengah disibukkan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar