Aku ; putri
Rasakan...dalami....bayangkan kamu berada di situasi ini..
Jam berdetik menunjukan pukul 03.00 pagi, aku melantunkan dzikir penuh khusyuk dengan mata terpejam, air mata tak terasa menetes dipipiku ku usap lalu aku berdoa kepada tuhan betapa lemahnya aku ini. Kupandangi cika sahabatku yang sedang tertidur pulas ditemani lagu kesayangannya yang ada di ponselnya yang berjudul “saat terakhir-st 12” memang cika sangat menyukai lagu itu, dalam seharipun cika bisa memutar sampai 20X lagu itu tanpa bosan.dalam setiap doaku selalu ku sebut nama sahabatku cika agar kami selalu jadi sahabat selamanya dan tidak akan pernah bosan menjadi sahabatku seperti lagu kesayangannya. Tak terasa adzan subuh sudah berkumandang....
aku :”cika...cika (menggoyangkan tubuhnya) “
aku :”cika...ayo bangun”
cika :”hmmmm(menguap)”
aku :”ayo sholat subuh bersama cika”
cika :”(menguap kembali) duluan saja”
aku :”it’s ok”
aku menuju kamar mandi yang tak jauh dari kamarku, alhamdulillah kamar mandinya kosong maklum kami tinggaldi kos-kosan yang tak jauh dari sekolah kami sehingga harus mengantri jika ingin ke kamar mandi.selesai berwudhu kemudian aku sholat subuh...
cika :”(membuka pintu jendela) ya allah neng putri matahari teh udah gede pisan bangun atuh”
aku :”astgfrllh aku tertidur”
cika :”ayo cepat siap-siap kita berangkat sekolah”
aku :”iye emaa...hehehe”
ya seperti itulah cara cika membangunkankanku dia sering menirukan logat ibuku, sudah dari kecil kita bersahabat jadi tidak heran jika cika sampai hafal logat ibuku.
Aku :”ayo cika kita sudah telat”
Cika :”iya-iya sebentar aku sedang mencari ponselku”
Aku :”ini sudah aku bawakan”
Cika :”aduh memang putri seorang yang mengerti cika...hehe”
Aku :”mana bisa seorang cika tidak membawa ponsel apalagi ada lagu kesayangannya”
Cika :”(tertawa) ah si eneng”
Kami pergi ke sekolah bersama naik busway,cika selalu mengalah membiarkan aku duduk sedangkan dia berdiri,memang cika sabahat yang baik walaupun kadang-kadang sangat menjengkelkan. Setiba disekolah aku berbelok ke kiri sedangkan cika berjalan lurus,aku berbeda kelas dengannya walaupun kita sama-sama kelas XI dan sama-sama bidang IPA tapi aku IPA 1 dan cika IPA 2 walaupun kita beda kelas tapi usai pelajaran kita bertemu di depan mading and sooo this today time study....
Aku :”cika mana sih lama banget”
Cika :”(berlari menghampiriku) putri haiii??”
Aku :”hai cika,come2 look at this announce! Lihat dua hari lagi akan di adakan lomba permainan biola”
Cika :”so....”
Aku :”please cika,ini kesempatan buat kamu untuk menunjukan bakatmu pada dunia”
Cika :”ah tidak,aku malul agi pula aku tidak terlalu pandai memainkan biola”
Aku :”kursus biola 3 tahun kamu bilang tidak pandai??? Ayolah cika ini kesempatan emas buat kamu”
Cika :”baiklah...tapi kamu mendukung aku kan?”
aku :”ya pasti atuh putri teh always suport cika”
Cika :”(tertawa) dasar emaaa...”
Seperti biasa pulang sekolah kita tidak langsung pulang melainkan pergi kerumah pohon, rumah kedua kami yang selama ini menjadi saksi bisu semua cerita senang duka maupun tangis kasih
...
Cika :”rasanya setiap kali kita kesini pemandangan disini semakin indah saja”
Aku :”ah kamu terlalu berlebihan dari awal sampai sekarang juga masih seperti ini saja”
Cika :”menurut kamu semua hal juga biasa saja...putri2”
Aku :”ngoceh terus kamu,ayo kita sholat zhuhur bareng”
Cika :”iya ema bawell”
Aku selalu membawa dua mukena yang mudah dibawa kemana saja didalam ranselku,karena cika bisa dibilang malas sholat aku harus membawakannya mukena agar dia tetap dapat menjalankan sholat fardu 5 waktu. Selesai sholat kita berbaring diatas sajadah sambil menikmati sepoinya angin alam...
Cika :”kamu harus janji padaku untuk menjadi sahabatku selamanya”
Aku :”kalau aku tidak mau bagaimana?”
Cika :”oh yasudah”
Aku :”(tertawa) kita akan menjadi sahabat selamanya (menyacungkan jari kelingking tanda janji)”
Cika :”(mengcungkan jari kelingking tanda janji) janji, ini udah selesai sholat ayo putar lagi lagunya”
Aku :”lagu ini terus, aku sampai hafal dengan lagunya”
Matahari sudah agak redup cahayanya burung2 kembali ke sarang mereka,aku dan cika bergegas pulang,kita lewat jalan pintas menuju kos-kosan dengan berjalan kaki sambil menikmati indahnya mentari,tertawa bersama,menyanyikan lagu,memetik bunga,persahabatan terasa sangat manis aku berharap ini tidak akan berakhir untuk selamanya.
Aku :”cika sekarang waktunya kamu berlatih”
Cika :”baiklah,menurut kamu aku harus membawakan lagu apa?”
Aku :”bagaimana kalau lagu saat terakhir?”
Cika :”good idea,lagu kesukaanku lagi pula aku sudah hafal lagunya”
Aku :”sudah ku tebak,ini biolamu (sambil tertawa)”
Cika :”(menyanyikan lagu saat terakhir diiringi alunan biola)”
Aku selalu menemani cika berlatih, sungguh indah suara dan permainan biolanya cika terus berlatih dengan rajin.hari keduapun telah tiba...
Cika :”(memilih baju) menurutmu aku lebih cocok pakai yang mana?”
Aku :” semuanya cantik kamu pakai cika”
Cika :”aku takut...aku takut gagal putri”
Aku :”(memeluk cika) jangan takut sahabatku, aku akan menjadi orang pertama yang bertepuk tangan dengan keras jika kamu berhasil dan aku akan jdi orang pertama yang memelukmu jika kamu gagal”
Cika :”(lebih erat memeluk putri) terima kasih put”
aku :”apa kamu sudah menghubungi kedua orang tuamu kalau kamu akan mengikuti lomba”
Cika :”sudah,tapi mereaka bilang tidak bisa datang karena ada pekerjaan padahal aku ingin sekali mereka hadir dalam lombaku nanti”
Aku :”tidak apa2 toh ada aku..jam berapa lombamu dimulai?”
Cika :”jam 2 nanti”
Aku :”baiklah aku pergi sebentar,aku akan kembali dan datang ke lombamu pukul 1 nanti”
Cika :”aku tunggu jangan sampai telat,kalau sampai telat aku marah padamu”
Aku :”siap boss”
Aku bergegas pergi menuju kantor orang tua cika,bagaimana pun caranya kedua orang tua cika harus datang ke perlombaan cika.aku berhasil menemui kedua orang tua cika aku sudah membujuk bahkan memohon mohon sampai menangis agar mereka datang tapi mereka benar-benar tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.
Waktu sudah menunjukan pukul 1 siang tapi putri belum juga datang,lomba akan segera dimulai cika gemetar setengah mati dia takut putri tidak akan datang tapi dia yakin putri akan datang dan duduk dikursi paling depan untuk menyaksikan perlombaannya. Nama cika sudah dipanggil waktunya menunjukan pada dunia tentang bakatnya, cika naik ke atas panggung dengan cantik dan anggun kemudian melantunkan lagu “saat terakhir” diiringi permainan biolanya dengan lembut dan indah. Semua mata penonton tertuju padanya semua telinga tersihir akan permainan biolanya mereka takjub akan alunan lagu yang cika bawakan,semua penonton berdiri dan bertepuk tangan dengan riuh saat cika mengakhiri permainannnya,cika mengamati sejenak keberadaan putri tapi cika tidak melihatnya.
Aku berlari kencang mungkin sekuat tenaga mencari kendaraan umum untuk menuju sekolah tapi jalanan begitu sepi tak satupun kendaraan melintas,aku putuskan untuk berlari menuju sekolah walaupun jarak sekolah dengan kantor lumayan jauh,aku terus berlari sampai terjatuh dan terjatuh lagi sampai lututku berdarah tapi aku tidak akan berputus asa aku takut cika akan kecewa padaku aku terus berlari jatuh dan bangkit kembali,hanya satu yang ada di fikiranku...lari...lari...dan lari!
Pemenang lomba sudah diumumkan cika takut,gemetar,khawatir,marah dan kecewa pada putri. Nama cika terdengar sebagai pemenang juara 1 alangkah senang hatinya tapi kemenangan tanpa sahabat disampingnya sangat menyakitkan bagi cika,cika meneteskan air mata menerima piala kemenangan,cika mengatakan bahwa kemenangan ini ditunjukan untuk sahabatnya putri.
Aku terus berlari tiada henti akhirnya aku telah sampai di depan gerbang sekolahku,ku lihat sekelilingku sudah banyak orang beranjak untuk pergi,dengan terengah-engah ku melangkah masuk aku melihat cika sahabatku memegang sebuah piala ditangannya sambil memandang kearahku dengan tatapan mata berkaca-kaca penuh kebencian.aku menghampiri dan memeluknya tapi dia mendorongku sampai terjatuh dan melempar pialanya kearahku...
Aku :”cika kamu kenapa?”
Cika :”(meneteskan air mata) aku benci kamu putri...kenapa kamu tidak datang?ini yang namanya sahabat? Aku kecewa sekali (berlari)”
Aku :”a..ku..cikaaa tunggu”
Cika berlari pergi meninggalkan putri,entah iblis mana yang telah merasuki cika.aku berusaha bangkit dan mengambil piala itu,aku berusaha mangejar cika dengan kaki terpincang pincang,cika berlari begitu cepat hingga menuju jalan raya.
Aku :”ciikaaaaaaa aawwaaaasssssss”
BBRAAAAAKKKKKK....cika tertabrak sebuah mobil tubuhnya terpental hingga kepingir jalan,aku yang melihat kejadian itu berlari menghampiri cika tanpa memperdulikan kondisi jalanan.tiba-tiba
“BBRAAAAKKKKKKK” tubuhku melayang hancur rasanya,aku terpental tertabrak mobil ke tengah jalan,darah mengalir dari kepala dan hidungku..mataku rabun sakit sekali...rasanya aku ingin mati, aku meraih kembali piala yang terjatuh dari tanganku...kuseret tubuhku mendekati tubuh sahabatku cika,aku melihat matanya penuh rasa sakit...ku ulurkan piala tersebut sambil ku ucapkan kata “aku bangga padamu cika”....
Tit...tit...tit....terdengar suara aneh yang belum pernah aku dengar sebelumnya perlahan ku buka mataku pemandangan pertama yang kulihat adalah cika sahabatku,tubuhnya terbaring kaku di atas ranjang dipenuhi selang infus dan alat pernafasan yang tak jauh dari ranjangku, kami berada di satu ruangan sebuah rumah sakit,hatiku remuk hancur tak tertahan air mataku melihat cika,,,
Aku :”cikaa...cikaa bangun cikaa”
Klik terdengar suara pintu terbuka terlihat seorang dokter dan suster menghampiri cika.
Aku :”dokter apa yang terjadi dengan cika dokter??”
Dokter :”cika mengalami kecelakaan yang serius, saat ini keadaannya kritis cika banyak kehilangan darah, golongan darah cika B saat ini persediaan darah sedang kosong”
Bagaimana aku tidak rapuh mendengar kata-kata dokter,nyawa sahabatku sedang diambang maut..apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan sahabatku?
Aku :”dokter ambil saja darahku untuk cika,golongan darah kami sama”
Dokter :”tapi itu bisa membahayakan nyawamu nak,kamu juga baru saja kecelakaan”
Aku :”tidak apa2 dokter,nyawa cika lebih penting..aku mohon dokter..aku mohon”
Dokter :”baiklah,suster tolong siapkan peralatannya”
Penyaluran darah dilaksanakan cika mendapat donor darah dariku, aku ikhlas aku ridho....bagaimana mungkin aku membiarkan sahabatku mati?
Cika sudah sadar dari komanya,cika melihat aku terbaring tak berdaya di atas ranjang yang tak jauh dari ranjang cika ,cika berusaha menggapai tanganku dan terus memanggil namaku
Dokter :”kamu sudah sadar nak,bagaimana keadaanmu?”
Cika :”dokter bagaimana keadaan putri dokter? Apa dia baik2 saja? (menangis)”
Dokter :”keadaannya kritis setelah dia mendonorkan darahnya untukmu”
Cika :”apa? Putri......bangun putri.....banguuun”
Dokter keluar dari ruangan tidak sampai hati melihat mereka berdua,cika terus menangis meratapi keadaan sahabatnya,cika melihat pergerakan dari jari-jaritangnku, aku mencoba membuka kedua mataku apapun yang kulihat semuanya rabun,rapuh tak berdaya....cika memandangiku sambil menangis tersedu-sedu.
Aku :”(mengulurkan tangan ke arah cika) bagaimana keadaanmu cika?”
Cika :”(menjabat tanganku) putri aku minta maaf,aku mohon jangan tinggalin aku..kamu harus kuat putri(sambil menangis)”
Aku :”kamu tidak bersalah,aku bangga padamu cika”
Cika :”kemenangan itu untukmu putri”
Aku :”terimakasih cika,aku sangat menyayangimu cika,,,bolehkah aku minta satu permintaan?”
Cika :”apa put?”
Aku :” nyanyikan aku lagu “saat terakhir” “
Cika :”(bernyanyi sambil menangis) tak pernah terfikir olehku,tak sedikitpun ku bayangkan.......................................................................selamat jalan kasih”
Tiiiiiiiiiit.............
Cika :” PUTRIIII- PURTIIII BANGUUUN JANGAN TINGGALIN AKU....PLEASE COME BACK FOR ME....I NEED YOU PUTRI......putriiiiiiiiiiiiiiiiiiii”
Entah kenapa aku melihat tubuhku terbaring dan melihat cika menangis, aku sadar kini aku telah pergi,ku lihat cika berusaha bangkit dari ranjangnya dia merobek alat infus yang ada ditangan dan melepas saluran pernafasan dihidungnya cika terhuyung berjalan menghampiri tubuhku dia memeluk tubuhku dengan erat menangis dan berteriak menyebut namaku....
Kini putri telah tiada....telah pergi untuk selama-lamanya tapi persahabatan kami tidak akan berakhir sampai disini,ku tunggu kau sahabatku di surga nanti,persahabatan kita tidak akan mati,akan terus hidup untuk selama-lamanya.....
ditunggu cerita selanjutnya ya...
LIRIK LAGU SAAT TERAKHIR-ST12
Saat terakhir
Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikitpun ku bayangkan
Kau akan pergi tinggalkan
kusendiri
Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit ku rasakan
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
Dibawah batu nisan kini
Kau tlah sandarkan
Kasih sayang kamu
begitu dalam
sungguh ku tak sanggup
Ini terjadi karna ku sangat cinta
*Inilah saat terakhirku
melihat kamu
Jatuh air mataku
menangis pilu
Hanya
mampu ucapkan
Selamat jalan kasih
Biarlah kita berlelah lelah di dunia karena tempat peristirahatan yang haqiqi bagi orang mukmin ialah syurga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JAHATNYA NGEMIL, BISA BIKIN OBESITAS
Sahabat, Obesitas merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas ini terjadi karena a...
-
Anak – anak yang baru mulai pendidikan ditaman kanak-kanak dilarang diajarkan baca tulis dan berhitung. Sebab, hal ters...
-
sudah ramai sejak negara api menyerang isu-isu untuk dukung 01atau 02 sudah berkecamuk hingga yang golput pun ikut menjadi sasar...
-
Sampah memang selalu menjadi masalah sejak dulu, namun kini sampah menjadi masalah serius bagi negara. Pasalnya Indonesia tengah disibukkan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar