Jumat, 20 Agustus 2021

Anak TK belum boleh diajari calistung

 

                 Anak – anak yang baru mulai pendidikan ditaman kanak-kanak dilarang diajarkan baca tulis dan berhitung. Sebab, hal tersebut dinilai tidak tepat bagi tumbuh dan kembang anak. Penelitian ini dilakukan dengan dasar pernyataan direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) Ella Yulaelawati dalam pernyataannya yang dikutip dari Radar Malang.

Dalam kutipannya Ella meminta seluruh TK di Indonesia kembali pada jalurnya. Tugasnya sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan anak untuk mandiri dan mengembangkan aspek sosial, salah satunya tidak takut bertemu dengan orang baru. Menurut Ella, Pendidikan TK yang mengajarkan baca, tulis, dan hitung, ternyata dinilai tidak tepat. Ia menjelaskan bahwa pendidikan TK lebih tepat untuk bermain sambil belajar. Sementara itu, baca, tulis, dan hitung hanya sebatas pengenalan saja.

Namun beberapa TK di Malang Raya sudah menerapkan sistem baca tulis, dengan alasan permintaan dari orang tua. Para orang tua siswa lebih memilih sekolah TK yang dapat mengajarkan anaknya baca tulis.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten malang Handarijati pun membenarkan bahwa hal tersebut memang terjadi dibeberapa TK di Malang. Kebutuhan belajar baca, tulis dan hitung itu permintaan dari orang tua siswa. “ Orang tua murid maunya instan. Mereka ingin anaknya bisa baca tulis dan hitung disekolah agar keterima ketika masuk SD nanti” ujarnya. Jika Lembaga TK tidak memenuhi permintaan tersebut, dampaknya tidak memiliki murid. Jadi, hampir serbasalah kalau seperti ini. Namun, dia menyatakan tetap  menghimbau kepada 940 TK yang ada di Kabupaten Malang agar tidak memaksakan murid untuk baca, tulis dan hitung. Sebaliknya, materi tersebut diberikan sesuai batas pengendalian.

Sebagaimana kurikulum TK yang berlaku. Sekretaris IGTKI Kota Batu Resti Mengari menyampaikan hal yang sama. Banyak TK di Kota Batu yang berlomba-lomba menatik simpati masyarakat, salah satunya dengan cara menerapkan program intensif baca, tulis, hitung dan sedikit bermain. “ kalau tidak dipenuhi, bisa jadi tidak ada peminatnya. Sekolah kok main saja. Biasanya ada celetukan begitu” imbuh dia.

Menurutnya, sebetulnya yang diperbolehkan hanya mengenalkan angka saja. Jika sudah masuk pada penjumlahan, perkalian, pengurangan dan pembagian itu sudah berlebihan. Ketua IGTKI kota Malang Luthiyah menyatakan, adanya TK yang mengajarkan belajar tulis hitung tidak dapat dipungkiri. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, sesungguhnya hal tersebut tidak tepat. Justru, dampaknya pada psikologi anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JAHATNYA NGEMIL, BISA BIKIN OBESITAS

         Sahabat, Obesitas merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas ini terjadi karena a...