Jumat, 20 Agustus 2021

JAHATNYA NGEMIL, BISA BIKIN OBESITAS

 

       Sahabat, Obesitas merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas ini terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Apabila kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang lama, maka akan menambah berat badan hingga mengalami obesitas. Di indonesia sendiri obesitas kian meningkat, menurut Riset kesehatan Dasar (RISKEDAS) 2018 menunjukkan kenaikan berat badan pada orang dewasa indonesia meningkat hampir dua kali lipat, sedangkan pada anak-anak sekitar 1 dari 5 mengalami obesitas.

Sayangnya banyak orang yang masih belum menyadari bahwa obesitas sangatlah berbahaya. Masalah obesitas ini terkait dengan peningkatan jumlah kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, serta beberapa penyakit kanker. Jumlah kematian penderita obesitas yang disertai sejumlah penyakit tersebut lebih banyak dibanding penderita dengan berat badan yang normal.

Faktor-faktor penyebab obesitas diantaranya :

  • Faktor keturunan atau genetik
  • Efek samping obat-obatan
  • Kehamilan
  • Kurang tidur
  • Pertambahan usia
  • Penyakit atau masalah medis tertentu

Tahukah sahabat faktor terbesar penyebab obesitas?
adalah mengkonsumsi makanan ringan dalam skala rutin tanpa dibarengi dengan olah raga fisik yang seimbang.

Faktanya tiap makanan ringan dalam kemasan mengandung 300-400 kalori dan kebutuhan dalam tubuh setiap harinya hanya 2000 kalori. Bayangkan saja jika sahabat bisa makan 10 bungkus setiap harinya maka bisa dipastikan sahabat akan mengalami obesitas. Dengan penyakit yang bisa dibilang sangat merugikan ini, sahabat akan mengalami penurunan kinerja dan mudahnya diserang penyakit. Selain itu zat yang terkandung dalam makanan ringan juga tidak bagus untuk kesehatan tubuh. Berikut zat-zat yang biasa terkandung dalam makanan rigan :

  • Pewarna makanan:
    Terletak pada bagian komposisi makanan yang tertera pada tulisan seperti Tartazine, kuinolin, kuning FCF, karmoisin, ponceau, eritrosin.
  • Pemanis buatan:
    Banyak dari produsen makanan lebih menggunakan pemanis buatan daripada gula asli, dikarena bahan bakunya lebih murah. Jika terdapat tulisan aspartan, sakarin, sukralosa, assesulfam K pada komposisi makanan ringan berarti cemilan tersebut mengandung pemanis buatan.
  • Pengawet makanan:
    Rata-rata makanan ringan yang sanggup bertahan hingga satu tahun, berarti cemilan tersebut menggunakan bahan pengawet. Beberapa macam pengawet makanan ialah asam asetat, benzoate, sulfit dan garam nitrit.

Melihat kandungan zat dalam makanan ringan pasti membuat kita ingin menghindari tersebut, tapi rasa rasanya akan sulit. Untuk itu sebaiknya mengganti menunya saja, sama-sama makanan ringan hanya saja pilih yang kandungannya tidak berbahaya dan lebih baik lagi jika dapat menyehatkan. Contohnya seperti kacang kacangan.

Kacang kacangan memang mengandung serat yang tinggi, hal ini dapat membuat kenerja metabolisme dalam tubuh semakin baik. Selain melancarkan pencernaan dapat juga digunakan sebagai program diet dalam rangka mengganti cemilan dengan cemilan sehat dan berkualitas. Beberapa jenis nuts high quality diantaranya macadamia, pistachios, roasted almond, walnut, dan baked cashew. Produk seperti ini dapat sahabat temui di hurly burly nuts @rosemary.idn

Tidak hanya dapat membantu program diet ternyata jenis nust diatas dapat juga membantu untuk program hamil, detox, mencegah terjadinya diabets dan kolestrol, meningkatkan produksi ASI, yang pastinya sangat aman untuk dikonsumsi bagi bumil maupun anak-anak.

 

 

 

Anak TK belum boleh diajari calistung

 

                 Anak – anak yang baru mulai pendidikan ditaman kanak-kanak dilarang diajarkan baca tulis dan berhitung. Sebab, hal tersebut dinilai tidak tepat bagi tumbuh dan kembang anak. Penelitian ini dilakukan dengan dasar pernyataan direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) Ella Yulaelawati dalam pernyataannya yang dikutip dari Radar Malang.

Dalam kutipannya Ella meminta seluruh TK di Indonesia kembali pada jalurnya. Tugasnya sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan anak untuk mandiri dan mengembangkan aspek sosial, salah satunya tidak takut bertemu dengan orang baru. Menurut Ella, Pendidikan TK yang mengajarkan baca, tulis, dan hitung, ternyata dinilai tidak tepat. Ia menjelaskan bahwa pendidikan TK lebih tepat untuk bermain sambil belajar. Sementara itu, baca, tulis, dan hitung hanya sebatas pengenalan saja.

Namun beberapa TK di Malang Raya sudah menerapkan sistem baca tulis, dengan alasan permintaan dari orang tua. Para orang tua siswa lebih memilih sekolah TK yang dapat mengajarkan anaknya baca tulis.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten malang Handarijati pun membenarkan bahwa hal tersebut memang terjadi dibeberapa TK di Malang. Kebutuhan belajar baca, tulis dan hitung itu permintaan dari orang tua siswa. “ Orang tua murid maunya instan. Mereka ingin anaknya bisa baca tulis dan hitung disekolah agar keterima ketika masuk SD nanti” ujarnya. Jika Lembaga TK tidak memenuhi permintaan tersebut, dampaknya tidak memiliki murid. Jadi, hampir serbasalah kalau seperti ini. Namun, dia menyatakan tetap  menghimbau kepada 940 TK yang ada di Kabupaten Malang agar tidak memaksakan murid untuk baca, tulis dan hitung. Sebaliknya, materi tersebut diberikan sesuai batas pengendalian.

Sebagaimana kurikulum TK yang berlaku. Sekretaris IGTKI Kota Batu Resti Mengari menyampaikan hal yang sama. Banyak TK di Kota Batu yang berlomba-lomba menatik simpati masyarakat, salah satunya dengan cara menerapkan program intensif baca, tulis, hitung dan sedikit bermain. “ kalau tidak dipenuhi, bisa jadi tidak ada peminatnya. Sekolah kok main saja. Biasanya ada celetukan begitu” imbuh dia.

Menurutnya, sebetulnya yang diperbolehkan hanya mengenalkan angka saja. Jika sudah masuk pada penjumlahan, perkalian, pengurangan dan pembagian itu sudah berlebihan. Ketua IGTKI kota Malang Luthiyah menyatakan, adanya TK yang mengajarkan belajar tulis hitung tidak dapat dipungkiri. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, sesungguhnya hal tersebut tidak tepat. Justru, dampaknya pada psikologi anak.

JAHATNYA NGEMIL, BISA BIKIN OBESITAS

         Sahabat, Obesitas merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas ini terjadi karena a...