Selasa, 26 November 2019

Teruntuk Kamu, Calon Suamiku....


SURAT TERBUKA UNTUK CALON SUAMIKU
Mas...
Jujur aku gugup, bingung dan gelisah. Kini buku buku tebal yang kupelajari tentang bagaimana cara tuk menjadi “istri shaliha” rasanya tak cukup. Justru semakin aku belajar semakin aku takut. Aku takut, aku tak mampu mengaplikasikannya.
Mas....
Yang aku takut bahwa aku akan mengecewakanmu tentang sikapku, betapa masih kekanak kanakannya aku, dan betapa payahnya aku dalam melakukan banyak hal. Tapi walaupun begitu aku tetap ingin memberikan yang terbaik untukmu. Pintaku satu agar kamu sabar memahamiku, arahkan aku apa maumu agar aku mampu mentaatimu.
Mas....
Jikalau suatu saat nanti kamu kecewa padaku, mohon tetap berlemah lembutlah terhadapku. Karena sungguh hatiku lemah, hati ini mudah terluka. Ungkapkanlah kesalahanku dengan baik agar aku mampu belajar memperbaikinya.
Mas....
Aku sadar bahwa aku tak seperti yang kau harapkan, jikapun engkau malu saat bersanding berdua denganku, aku minta maaf karena tak mampu menjadi seperti yang kau harapkan
Mas....
Aku tahu bahwa setelah aku menjadi istrimu aku akan banyak merepotkanmu, bahkan menyusahkanmu Ku mohon tetap bersabarlah. Walau tak banyak yang dapat kulakukan tuk meringankan bebanmu tapi aku ingin ada dibelakangmu, mendukungmu. Aku ingin disampingmu tuk menghapus lelahmu, dan aku juga ingin terlibat dalam mimpi mimpi besarmu.
Mas....
Saat ini kupercayakan masa depanku padamu. Kutitipkan syurgaku padamu, maka itu mas bimbing aku semampu jiwa ragamu.
Mas....
Kamu tak usah khawatir akan kebahagiaanku tentang dunia ini, karena aku sudah melatih diri ini susah sedari dulu.
Mas....
Kamu adalah lelaki kedua setelah ayahku yang akan mengenalkan aku dengan cinta, maka itu kenalkanah padaku cinta yang berkesan, yang dengannya aku tak akan pernah bosan.
Mas....
Sekarang kupasrahkan kendali bahtera rumah tangga ini padamu, aku akan membantumu menuju dermaga terakhir, dimana kita bisa rehat selamanya dengan  bahagia. Yakni syurga tepat yang dirindu selama didunia....

BERMIMPI MENDAPAT GAJI YANG LAYAK

Kemakmuran hidup rasa-rasanya sudah menjadi keinginan setiap manusia. Kemakmuran yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder ini sangat erat kaitannya dengan pelayanan negara. Sudah sewajarnya negara memberikan pelayanan publik kepada masyarakat untuk memberikan kehidupan yang layak dan makmur. Namun nyatanya di Indonesia penganut paham demokrasi yang menjunjung tinggi slogan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat tak sejalan dengan apa yang dislogankan, banyak pelayanan publik yang harusnya dinikmati oleh masyarakat secara mudah tapi justru menjadi beban baru dalam mencapainya.
Dari tahun ke tahun terdapat kenaikan terkait pelayanan negara kepada masyarakat yang harusnya diperoleh secara cuma-cuma, seperti kenaikan tarif tol, BPJS, listrik, pajak, dll. Belum lagi kepayahan negara dalam mengapresiasi tenaga pengajar. Guru yang menjadi aset berharga negara sangat patut untuk dijamin hak haknya karena peran besarnya dalam mendidik generasi yang akan membangun negara menjadi lebih maju. Ketidakmerataan dan kelayakan upah antara guru diperkotaan dan pedesaan pun masih menjadi masalah hingga saat ini.
Baru-baru ini dikabarkan bahwa ketua komisi X DPR RI dari fraksi PKB, mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru yang mengajar di daerah tertinggal (Kompas.com, 09/11/2019). "Ini keprihatinan kita yang kesekian kali soal kesejahteraan guru. Saya kira Mas Nadiem harus bergerak cepat, khusus soal isu kesejahteraan guru ini. Saya sarankan untuk buat Tasfos khusus untuk menangani soal kesejahteraan guru ini," pungkasnya. (tribunnews.com)


Usut diusut berita itu timbul setelah terkuaknya kisah pilu seorang guru honorer maria marseli (27) di Flores yang mengajar selama 7 tahun dengan gaji Rp.75.000/bulan. Rendahnya upah guru diberbagai wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) sudah menjadi penyakit yang belum tuntas juga. Padahal merekalah yang layak mendapatkan upah diatas standar rata-rata karena tidaklah mudah bagi guru honorer untuk mengajar didaerah terpencil kecuali dari panggilan hati mendidik anak-anak menjadi cerdas.
Keadaan ini sangat bertolak belakang dengan keadaan ketika masa pemerintahan islam dijalankan. Pada masa itu tenaga pengajar amat sangat dihargai jerih payahnya. Kesejahteraan guru sangat diperhatikan oleh negara. Seperti pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, Imam Ad Damsyiqi menceritakan sebuah riwayat dari Al Wadliyah bin Atha yang menyatakan bahwa di Kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Khalifah Umar bin Khatthab memberikan gaji pada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas).

Jika dikalkulasikan, itu artinya gaji guru saat itu adalah sekitar Rp 30.000.000. Tentunya ini tidak memandang status guru tersebut PNS ataupun honorer. Apalagi bersertifikasi atau tidak, yang pasti profesinya guru.Tidak heran di masa Khilafah dijumpai banyak generasi cerdas dan shaleh. Selain itu, berbagai fasilitas pendukung pendidikan dapat dinikmati tanpa beban biaya yang besar. Kenapa bisa seorang guru memiliki gaji sebesar itu? Mungkin orang awam akan berfikir bahwa hal tersebut mustahil. Dalam pemahaman pragmatis, setiap yang bermutu pasti mahal. Tapi, tidak bagi sistem Khilafah yang menerapkan syariat islam secara kaffah (total).

Hal tersebut terbukti selama 13 abad mampu menjamin kesejahteraan guru dan murid. itulah Islam, ketika diterapkan secara kaffah maka rahmatnya akan dirasakan oleh seluruh makhluk. Selama masih diterapkannya sistem bobrok kapitalisme-demokrasi, maka tidak akan pernah merasakan pendidikan yang bermutu dan murah Apalagi ingin mencapai kesejahteraan guru, itu adalah hal yang mustahil bagi guru honorer. Hal seperti ini sudah membuktikan dengan jelas bahwa solusi dari segala aspek permasalah negara hanya dapat terselesaikan ketika sistem buruk diganti dengan sistem terbaik yang sudah terbukti. Dan sebaik-baik sistem pemerintahan adalah sistem yang diturunkan Allah SWT yaitu Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah.



Wallahu A'lam bis Shawab



JAHATNYA NGEMIL, BISA BIKIN OBESITAS

         Sahabat, Obesitas merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas ini terjadi karena a...