Sabtu, 13 April 2019

DUNIA BUKAN KAMPUNG HALAMAN

              kalo denger kata "kampung halaman" kita akan diingatkan dengan bepergian atau paling tidak kita akan diingatkan dengan anak rantauan macam aku ini. awak nak cerita sikit, saya ini asli jawa tengah tepatnya di desa purwodadi kecamatan grobogan dan sekarang bermukim di tangerang yaa bisa dibilang untuk mengadu nasib. jika ditanya lebih suka dimana sih mar? dijawa atau di tangerang? saya akan jawab dijawa! why ? karena jawa itu tempat kelahiran saya, tempat saya besar dan banyak kenangan kenangan indah disana karena itulah jawa itu tempat saya pulang kampung dari penatnya bekerja dirantauan. tapi dibalik kenyamanan itu semua dimana tempat kembalinya kaum muslimin? dimana kampung halaman umat muslim ? jawabannya di akhirat. tapi akhirat juga terbagi menjadi dua, neraka dan syurga lantas yang manakah yang ingin kita tuju ? pastilah syurga ! jika sudah tahu dimana kampung halaman yang ingin kita tuju maka kita lebih tau bekal apa untuk sampai disana. mau seenak apapun dikampung rantauan tapi tetep kampung halaman yang paling nyaman. begitupun pandangan kaum muslim, dunia ini adalah sebuah penjara bagi orang mukmin dan syurga bagi orang kafir. orang mukmin akan rindu dengan kematian karena dengan itu mereka bisa bertemu dengan robb dan rasulnya. beda dengan orang kafir, mereka takut akan kematian karena kematian adalah pemutus semua kenikmatan.
maka betul ketika suatu kejadian terjadi seorang yahudi mencegat ibn hajar atsh qolani seorang mujtahid dan seorang hakim pada masanya. beliau kemana mana selalu diantar kuda dan banyak pengawalnya.
yahudi berkata " ibn hajar berhenti, saya mau bertanya"
"katakanlah " kata ibn hajar
" saya hafal salah satu hadist rasul, bahwa dunia ini adalah neraka untuk orang mukmin dan syurga untuk orang kafir. tapi lihatlah dirimu, engkau kaya banyak harta, kemana mana dengan kuda dan banyak orang yang mengawalmu. tapi lihatlah saya, saya siapa? berati rasulmu salah! dunia bukan syurga bagi saya dan dunia bukan neraka bagimu "
ibn hajar tersenyum dan berkata " wahai orang2 yahudi dengarkan baik baik kata-kata saya, dunia memang menarik bagiku tapi jika dibandingkan dengan syurga yang menunggu saya dunia ini sudah seperti neraka sedangkan dibandingkan nanti neraka yang menunggu anda dunia ini sudah syurga maka nikmati saja "
yahudipun berfikir dan akhirnya masuk islam.

                             itulah mengapa dunia ini begitu menyesakkan untuk orang mukmin, mau seenak apapun dunia ini, tetap ini bukan kampung halaman kita dan kita akan kembali kekampung halaman sesuai dengan amal yang ditanam. imam al ghazali pernah berkata " dunia ini tempat menanam, siapa yang tidak menanam dia tidak akan panen di akhirat" sama halnya jika kita tidak menanam amal maka hanya neraka yang akan menjadi kampung halaman. abu bakar selalu berdoa kepada allah " ya allah tolong jangan jadikan dunia ini ada dihati saya, cukup didalam tangan saja" karena beliau tahu betul jika dunia ini sudah masuk didalam hatinya maka akhirat tak lagi menarik baginya dan bukan itu yang menjadi tujuan hidup baginya. rasulullah pernah bersabda " dunia ini tidaklah lebih berharga dari sebelah sayap nyamuk" maka benar jika dunia ini hanya menjadi batu pijakan untuk sampai pada kampung halaman yang sesungguhnya. seberapa nikmat sih dunia ini jika diukur? jika kita menyelupkan jari ke lautan lalu kita angkat, berapa tetes air yang bisa diambil ? satu? dua? tiga? hanya sebatas itu dan sisa air dilautan itulah kenikmatan akhirat yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JAHATNYA NGEMIL, BISA BIKIN OBESITAS

         Sahabat, Obesitas merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas ini terjadi karena a...